Pelatihan Kepemimpinan Nasional untuk Wujudkan Birokrasi Profesional Featured

Jakarta - Kepala Lembaga Administrasi Negara, Dr. Adi Suryanto menegaskan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. I memiliki peran strategis dalam mewujudkan birokrasi profesional untuk menopang pembangunan bangsa. Hal tersebut diungkapkan pada Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I, Angkatan 39, Tahun 2018 di Graha Makarti Bhakti Nagari LAN Pejompongan, Jakarta (15/5).

“Peran diklatpim penting karena ketika para pimpinan dalam sektor public memiliki kemampuan berubah menjadi lebih baik, saya yakin birokrasi akan menjadi lebih baik pula,” kata dia.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. 1 ini mengangkat tema Pengembangan Sumberdaya Manusia Indonesia. Seiring dengan tuntutan perkembangan jaman, dan tantangan Revolusi Industri 4.0 di berbagai bidang dan sektor, penguatan potensi sumber daya manusia menjadi sesuatu yang sangat penting dan strategis.

“Hari ini, saya kira semua negara, pemerintah maupun sektor swasta sedang menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Kalau kita tidak menyesuaikan diri, birokrasi kita akan tertinggal. Suasana atau gairah untuk perbaikan ke arah sana sudah luar biasa,” kata dia.

LAN sebagai Lembaga Pembina dan penyelenggara Diklat terus berupaya untuk melakukan berbagai perubahan dan pengembangan pada kurikulum, materi dan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan modern.

Sebagai tindak lanjutnya, perubahan pun terjadi pada Diklat Kepemimpinan Tingkat I yang saat ini menjadi Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I. Hal tersebut dilakukan dengan harapan bahwa JPT Madya dan Pratama adalah aset nasional dan kemungkinan rotasi dan mutasi pada level nasional juga sangat dimungkinkan.

“Ada kata-kata nasional, bukan semata-mata kata-kata nasional. JPT Madya dan Pratama adalah aset nasional yang cara pembinaan kedepannya berbeda. Rotasi dan mutasi sangat memungkinkan pada level itu. Nanti pemerintah sedang mendiskusikan terobosan kebijakan untuk memungkinkan para JPT Madya dan Pratama melakukan rotasi secara nasional,” jelasnya.

Kepala LAN juga menambahkan, selain perubahan nama, cara penyampaian pembelajarannya pun berubah dengan metode yang lebih kreatif. Peserta diposisikan bukan hanya sebagai objek pembelajaran, tetapi sebagai narasumber dan didorong untuk berbagi pengalaman dan pandangannya melalui berbagai diskusi.

“Peserta bukan hanya objek pembelajaran, tetapi juga sebagai narasumber karena masing-masing memiliki jam terbang, pengalaman yang luar biasa yang kalau kita share, dikelola dengan baik dengan diskusi akan menghasilkan pengetahuan yang luar biasa,” jelasnya.

Deputi Bidang Bidang Diklat Aparatur, Dr. Muhammad Idris memaparkan bahwa kurikulum untuk Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I yang berpedoman pada Peraturan LAN No. 4 Tahun 2018 ini memiliki 4 agenda yang akan didalami, yaitu, agenda self-mastery, managing policy, managing collaborative change dan agenda aktualisasi.

“Peserta akan diberikan tugas yang berkaitan dengan produk belajar berupa kemampuan memahami konsep kepemimpinan kolaboratif yang akan kita minta melakukan leadership learning evaluation, evaluasi policy paper, evaluasi proyek perubahan individual dan penilaian kode etik,” jelasnya. (irena/budiprayitno)

Last modified on Wednesday, 16 May 2018 05:20