LAN Segera Terapkan Penggunaan Corporate Card Featured

Jakarta – Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam waktu dekat akan mulai menerapkan kartu kredit perusahaan (corporate card) untuk transaksi keperluan dinas demi peningkatan efisiensi penggunaan dan akuntabilitas anggaran.

“Penerapan corporate card ini akan semakin memudahkan organisasi saat menghadapi audit BPK. Karena semua transaksi akan terekam dengan jelas di sistem perbankan,” jelas Sekretaris Utama LAN Sri Hadiati WK, SH., MBA., saat memberikan sambutan pada acara “Sosialisasi Uji Coba Penggunaan Corporate Card dalam Rangka Uang Persediaan”, di Ruang Kelas A dan Ruang Kelas B, LAN Veteran, Rabu (24/10).

Menurut dia, penerapan corporate card ini akan dilakukan secara bertahap sambil menunggu masa peralihan. Namun ke depan, seluruh transaksi yang berkaitan dengan kedinasan dan operasional organisasi nantinya akan menggunakan sistem baru ini secara permanen.

“Untuk masa permulaan ini, penggunaan dan pemilikan corporate card di LAN masih dibatasi. Namun, secara bertahap nantinya seluruh transaksi akan menggunakan sistem ini,” jelas dia.

Menurut Sri Hadiati, keputusan membatasi penggunaaan dan pemilikan corporate card ini dilatar belakangi alasan yang cukup mendasar. LAN ingin agar seluruh pegawai terlebih dulu mengetahui teknis dan beban tanggung jawab dari penggunaan corporate card.

“Untuk sementara ini memang masih terbatas. Kita masih menggunakannya untuk keperluan perjalanan dinas saja, misalnya untuk transportasi dan akomodasi hotel. Namun, saya harap pada akhirnya nanti semua transaksi akan dilakukan dengan menggunakan kartu kredit ini sehingga akhirnya tidak ada lagi cash yang beredar di tangan pegawai,” kata Sekretaris Utama. 

Selain masih dibatasi untuk transaksi tertentu, kata Sestama, personel yang dapat memiliki corporate card untuk saat ini juga masih pegawai tertentu saja. Pegawai-pegawai yang diprioritaskan untuk mendapat corporate card pada masa transisi awal ini adalah mereka yang memiliki frekuensi tugas perjalanan dinas tertinggi. Selain itu, para pemegang Jabatan Pimpinan Tinggi juga termasuk pegawai yang diprioritaskan memperoleh corporate card.

“Saya ingin kita semua menyadari bahwa kita harus pandai dalam menggunakan kartu ini. Jangan sampai kita mudah menggesek, tapi kemudian lupa pada kewajiban untuk membayar,” pungkasnya.