Fusce adipiscing viverra auctor. Integer lacinia blandit est, vitae dapibus justo facilisis consectetur. Praesent lacinia, ante sed tempus convallis.accumsan magna, nec sagittis odio augue id velit.

Website URL: http://themewing.com/

WASPADA PENIPUAN!!!

Dengan beredarnya selebaran mengenai TOT Champion Innovasi tanggal 1-3 Maret 2018 di hotel Amaris Thamrin City Jakarta yang mengatasnamakan Lembaga Administrasi Negara. Kami tegaskan bahwa, Lembaga Administrasi Negara tidak menyelenggarakan acara tersebut. LAN tidak bertanggung jawab atas segala konsekwensi yg timbul dari kegiatan tersebut.

Untuk konfirmasi dan klarifikasi silahkan menghubungi kami melalui page ini atau:

Bagian Humas dan Informasi LAN

Jl. Veteran no. 10 Jakarta Pusat.

Ph/fax : 021 - 3459738, 3455021-5 ext 186, 187, 188

SMS: 0812 8687 8281

email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

facebook: Humas Lan RI

twitter: @lan_ri

Terima kasih

Jakarta – Revolusi mental merupakan sebuah gerakan untuk mengubah manusia Indonesia menjadi manusia baru yang berkemampuan belajar dan memiliki daya saing tinggi. Dalam konteks Aparatur Sipil Negara, Revolusi mental mempunyai peran penting bagi ASN sebagai agen perubahan.

“Saat ini pemerintah terus fokus mengembangkan tata kelola pemerintahan yang baik agar tercipta birokrasi yang profesional. Training of Trainer (TOT) yang akan berlangsung hingga lima hari kedepan ini merupakan program prioritas nasional yang akan dilakukan secara bertahap sampai memenuhi target,” kata Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si saat memberikan sambutan pada acara Training of Trainer (TOT) Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik, di Kampus PPLPN LAN Pejompongan, Senin (19/2).

Menurut Kepala LAN, banyak hal yang harus di revolusi untuk mewujudkan Indoesia yang berdaya saing tinggi. Birokrasi pemerintah selaku motor pemerintahan juga tidak boleh lagi terkotak-kotak dan mengikuti ego sektoral masing-masing.

“Sebagai agen perubahan, cara merekrut dan mendidik ASN adalah hal yang harus diperbaiki. Latsar yg dilakukan bukan lagi berfokus kepada metode ceramah( classical learning) tetapi sekarang kita bisa lakukan dengan metode action learning yaitu semacam action plan serta membuat proyek-proyek agar ada perubahan,” jelasnya.

Menurut Kepala LAN, langkah ini sudah diaplikasikan di sejumlah perusahan besar. Langkah ini juga akan diaplikasikan kepada para ASN agar mereka memiliki karakter baru dan mampu melayani publik dengan baik. (fina/astrid/budiprayitno)

 

 

Jakarta -  Lembaga Administrasi Negara (LAN) memperoleh penghargaan dari Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan sebagai institusi dengan Kinerja Terbaik Pelaksanaan Anggaran Tahun Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2017 untuk Kategori Pagu Kecil (<Rp. 2,5 Triliun). Penghargaan yang diberikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani itu diterima langsung oleh Sekretaris Utama LAN Sri Hadiati WK pada acara Rapat Koordinasi Nasional Pelaksanaan Anggaran,  di Gedung Dhanapala, Jakarta, Rabu (21/2).

Penghargaan diberikan kepada Lembaga Administrasi Negara  karena dinilai telah memenuhi indikator utama dalam penilaian, di antaranya mampu mewujudkan pengelolaan anggaran yang baik untuk menunjang program pembangunan nasional.

Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya setiap Kementerian/Lembaga (K/L) untuk benar-benar menggunakan alokasi anggarannya demi kemakmuran dan kepentingan rakyat Indonesia.

“Tema kita tahun ini adalah bagaimana kita bisa mengakselerasi pertumbuhan secara lebih inklusif artinya kualitasnya menjadi lebih baik. Jadi kalau kita ingin konsisten dengan temanya maka bagaimana kita semua bekerja sama untuk membuat 2.220 triliun dan 847,4 triliun yang dikelola oleh Bapak/Ibu sekalian itu bisa menjadi instrument yang mendorong pertumbuhan yang lebih baik,” kata Menkeu di depan perwakilan Kementerian/Lembaga.

Sri Mulyani juga menyampaikan kritik kepada Kementerian/Lembaga yang dinilai belum optimal dalam mengelola anggarannya.

“Kita punya tujuan, kita punya uang, tapi kalau sampai tidak bisa mengeksekusi itu adalah kekonyolan kita sendiri. Kesalahan tidak kepada siapa-siapa tapi kita semua, anda semua sebagai penanggung jawab untuk bisa membelanjakan Rp847,4 triliun secara baik,” kata dia.

Sri Mulyani juga mengingatkan kepada seluruh Kementerian/Lembaga untuk melakukan perencanaan anggaran dengan baik. Menurut dia, saat ini sebanyak 52.400 revisi DIPA dengan jumlah Satker di seluruh Indonesia sekitar 26.000.

 “Ini artinya setiap satker melakukan revisi. Hal ini menjadi indikasi ketika menyusun perencanaan anggaran yang diutamakan adalah yang penting saya dapat uangnya dulu, nanti belakangan saya pikirkan uangnya untuk apa. How bad that habit is. Jelek sekali kelakuan dan kebiasan itu,” tegas Sri Mulyani sambil memberikan contoh buruknya system perencanaan anggaran di beberapa K/L.

Menurut dia, sikap mental tersebut menunjukkan para birokrat tidak menghormati kedaulatan rakyat selaku pembayar pajak.

“Itu berarti kita tidak menghormati bahwa uang itu kita kumpulkan dari rakyat untuk kembali ke rakyat dan kita sebagai birokrat memikirkan terus, terus dan terus, bagaimana sih sebetulnya tahun depan akan lebih baik supaya masyarakat merasakan dampak positif dari keuangan negara. Kalau perasaan ini tidak ada di dalam hati, pikiran bapak/Ibu sekalian, maka APBN bisa bertambah terus, namun dampaknya buat ekonomi dan masyarakat akan tetap stagnan,” tambahnya.

Menyikapi hal itu, Sri Mulyani ke depannya berencana untuk melakukan punishment berupa pemberian penilaian buruk dan pemotongan anggaran terhadap K/L yang tidak mampu melakukan perencanaan anggaran secara baik.

“Saya minta kepada Dirjen Anggaran dan Dirjen Perbendaharaan, mungkin selain saya memberikan tadi prestasi, tahun depan saya akan melakukan punishment saja, anggarannya akan saya potong,” tutupnya. (prayitnobudi/siaran pers kemenkeu)

 

18/01/1018 - PKP2A II LAN mengawali tahun anggaran 2018 dengan Rapat Kerja yang melibatkan seluruh pegawai dan narasumber dari mitra kerja di pemerintah daerah. Rapat Kerja kali ini mengambil tema “Mendayagunakan Teknologi Informasi dan Bekerja Cerdas untuk PKP2A II LAN Berkinerja Tinggi”. 
 
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala PKP2A II LAN Dr. Muhammad Firdaus, MBA menekankan pentingnya menyukseskan 2018 sebagai tahun elektronik di lingkungan LAN. Kepala PKP2A II LAN menegaskan bahwa selain membangun aplikasi berbasis IT, tidak boleh dilupakan membangun suprastruktur IT yang meliputi komitmen pemimpin untuk mendorong dan memanfaatkan IT, budaya organisasi yang mendukung, kebijakan yang berpihak dan sumber daya manusia yang kompeten. 
 
Kegiatan Raker diisi dengan ceramah dari narasumber yang berasal dari pemerintah daerah yang merupakan mitra kerja PKP2A II LAN. Agenda lainnya adalah pemaparan kinerja dan lessons learnt tahun 2017, pemantapan program kerja tahun 2018 dan perencanaat dan strategi tahun 2019. Karena ada   12 orang CPNS yang bergabung tahun ini maka dilaksanakan pula Dinamika Kelompok untuk mempercepat proses integrasi CPNS tersebut dan meningkatkan konsolidasi internal PKP2A II LAN. 
 
 
 
Hari kedua akan diisi dengan pengarahan dari Kepala LAN sambil mengenai arah strategis LAN, penandatanganan perjanjian kinerja dan konsolidasi internal berupa aneka games dan lomba, seperti panahan dan karaoke dan sebagainya.

Jadwal Pelatihan Tahun 2018 PKP2A IV LAN

“Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik ini sangat penting, karena mengubah cara pandang ASN terhadap dunia yang terus berubah. Pola pikir kita ditempa sehingga kita menjadi ASN yang berkarakter dengan jiwa pelayanan yang baik”, kata Kepala PKP2A III LAN saat memberikan sambutan dalam seremoni Pembukaan Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan V di Kelas A PKP2A III LAN, pada Senin (12/2).

Pelatihan Revolusi Mental diselenggarakan selama empat hari, mulai tanggal 12-15 Februari 2018. Sebanyak 25 orang peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Timur, Bapenda Kota Samarinda, RSUD Balikpapan, RSUD I.A. Moeis Samarinda, Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda, RSUD Parikesit, Kelurahan Melayu Kabupaten Tenggarong, Satpol PP Kabupaten Tenggarong, dan beberapa SKPD di Lingkungan Provinsi Kalimantan Timur. “Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan V ini menjadi candradimuka, tempat untuk penggemblengan diri untuk membangun karakter pribadi yang kuat, berani, berjiwa besar dan tangkas dalam pelayanan terhadap masyarakat”, kata Kepala Bidang Aparatur PKP2A III LAN dalam menyampaikan Laporan Kegiatan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala PKP2A III LAN, Mariman Darto. Menurutnya, karakter bangsa harus dikembalikan agar Indonesia tidak lemah. Apalagi Gerakan Revolusi Mental ini telah digaungkan oleh Presiden Soekarno sejak Dirgahayu Indonesia ke-12. “Bung Karno tumbukan semangat kecintaan Indonesia kembali, karena semangat itu ada saat perembutan kemerdekaan saja. Setelah itu banyak orang yang mencari kekuasaan sehingga Indonesia pecah karena kehilangan visi perjuangan”.

Mariman berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat menjalankan budaya membantu kepada sesama. Menggalakkan cara pandang gotong royong. Sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat lebih baik.

Bidang KANIGARA PKP2A I LAN membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dalam membangun negeri ini melalui artikel atau tulisan ilmiah hasil penelitian untuk dapat diterbitkan pada Jurnal Wacana Kinerja PKP2A I LAN

Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara, Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, MA membuka acara Rakornas Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah di Auditorium Prof. Agus Dwiyanto, MPA, Jakarta, Kamis (9/2). Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara LAN RIdengan TEMPO.

Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara, Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, MA menerima rombongan dariJapan Council of Local Authorities for International Relations (J.CLAIR) Singapore dalam rangka Pre Eliminary Meeting persiapan Indonesia-Japan Knowledge Exchange Seminar di ruang administrator lantai 5, kantor LAN, Jakarta, Rabu (14/2)