Fusce adipiscing viverra auctor. Integer lacinia blandit est, vitae dapibus justo facilisis consectetur. Praesent lacinia, ante sed tempus convallis.accumsan magna, nec sagittis odio augue id velit.

Website URL: http://themewing.com/

“Pelatihan Kepemimpinan Nasional adalah program penting dalam membangun kepemimpinan bangsa yang holistik di masa mendatang. Melalui program ini peserta dilatih kapasitasnya dalam mencermati dinamika nasional, kawasan maupun global, melalui bingkai keilmuan, kemudian menjabarkan kebijakan strategis yang konsepnya sinergis lintas kelembagaan. Inilah prototype awal bagi terbangunnya pondasi pemerintahan yang dinamis, fleksibel, adaptif dan responsif, yang akan mampu menjembatani hadirnya solusi untuk setiap permasalahan bangsa, yang penuh dengan ketidakpastian, ambiguitas dan kompleksitas.” Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Drs. Syafruddin, M.Si., pada Upacara Pelepasan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I Angkatan XLI di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Veteran, Jakarta (18/7).

Sebanyak 35 peserta pelatihan dinyatakan memenuhi standar kelulusan pelatihan yang telah ditetapkan, dengan hasil evaluasi 6 orang lulus dengan predikat sangat memuaskan, 28 orang lulus dengan predikat memuaskan, dan 1 orang lulus dengan predikat baik. Adapun 5 orang lulusan terbaik PKN I Angkatan XLI adalah sebagai berikut:
1. M. Habibullah, S.Si, M.Si (Badan Pusat Statistik)
2. Subandriya, SH.,MH (Kepolisian RI)
3. Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., MA (Badan Narkotika Nasional)
4. Sally Salamah, Ak.M. Prof.Acc (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)
5. Dr. Drs. Yusharto Huntoyungo (Kementerian Dalam Negeri)

Pada kesempatan ini, diberikan pula penghargaan kepada 5 orang peserta yang menampilkan booth Festival Inovasi terbaik, yaitu:
1. Subandriya, SH.,MH (Kepolisian RI)
2. Drs. Adeni Muhan Daeng Pabali, M.M (Kepolisian RI)
3. M. Habibullah, S.Si, M.Si (Badan Pusat Statistik)
4. Albertus Sampe Sitorus, SE (Kepolisian RI)
5. Dr. Drs. Yusharto Huntoyungo (Kementerian Dalam Negeri)

Semarang - Laboratorium Inovasi (Labinov) Lembaga Administrasi Negara menerima penghargaan sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN RB di Gumaya Tower Hotel, Semarang, Kamis (18/7). Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Drs. Syafruddin kepada Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto. M.Si.
Laboratorium inovasi merupakan program pendampingan, asistensi dan fasilitasi guna mendorong dan menumbuhkembangkan kesadaran, semangat dan aksi nyata inovasi administrasi negara di sektor publik. Sejak Tahun 2015-2018, Laboratorium Inovasi yang dikembangkan oleh LAN telah menghasilkan 6.779 inovasi dari 67 lokus yang menyebar di seluruh Indonesia.
Labinov sendiri ditetapkan sebagai Top 99 setelah terpilih dari 3.156 proposal inovasi yang diajukan secara online melalui Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK). Kemudian berhasil melewati tahap seleksi administrasi serta penilaian proposal dan dokumentasi inovasi, serta melewati tahapan presentasi dan wawancara di hadapan Tim Panel Independen untuk mencapai 45 inovasi terbaik. Tahap itu disusul dengan observasi lapangan sebagai bukti dari inovasi yang dipresentasikan.
Dalam sambutannya Menteri PAN RB Drs. Syafruddin menyatakan terobosan yang lahir dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019 ini tidak hanya fokus pada penerapan sistem informasi, tetapi banyak juga bergerak dalam pemberdayaan masyarakat, mengakomodir kearifan lokal, serta kolaborasi dengan kaum muda atau milenial. “Orientasinya bukan lagi sekedar untuk menjembatani kehadiran program pemerintah, tetapi juga mengakomodir kebutuhan dan kecenderungan karakter, budaya, dan ‘DNA millenial’, yaitu pelayanan yang semakin cepat, mudah, mudah, aksessibilitas tinggi,” tambahnya.
Sementara itu Kepala LAN RI, Dr. Adi Suryanto, M.Si mengatakan inovasi yang paling baik adalah inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat, bukan inovasi untuk untuk diri sendiri atau kepentingan golongan saja. “Sekecil apapun inovasi yang dilakukan, tapi masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya, itulah inovasi yang terbaik”. Menurut Kepala LAN nantinya masuk atau tidaknya Laboratorium Inovasi ke tahap selanjutnya (Top 45), Labinov akan terus berjalan, terus membantu melahirkan inovasi-inovasi lainnya. “Kami menciptakan Laboratorium Inovasi didasari niat yang kuat untuk berkontribusi bagi terciptanya inovasi-inovasi baru.”
Pada kesempatan yang sama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutannya sebagai tuan rumah dan juga penyaji inovasi pelayanan publik terbanyak dalam kompetisi ini, mengapresiasi Diklat Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh LAN. Menurutnya, dengan adanya proyek perubahan yang harus dilaksanakan peserta diklat, membuat gairah jajaran birokrasi untuk berpikir inovatif dan berani melakukan tindakan-tindakan perubahan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Direktur Utama Taspen Iqbal Lantaro, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto, serta para penerima penghargaan inovasi pelayanan public dari berbagai instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah. (humas)

Bertempat di Graha Makarti Bhakti Nagari PPLPN LAN Pejompongan, Lembaga Administrasi Negara menyelenggarakan Pameran Inovasi. Dalam pergelaran ini, dipamerkan 35 karya inovasi yang digagas oleh peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLI yang berasal dari  20 instansi Pemerintah Pusat dan 5 instansi Pemerintah Daerah. Inovasi yang ditampilkan dalam ajang ini merupakan proyek perubahan yang menjadi output peserta selama pembelajaran dalam PKN Tingkat I.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si menyatakan bahwa Festival Inovasi merupakan bukti bahwa birokrasi saat ini mampu melakukan terobosan-terobosan kreatif dalam peningkatan pelayanan publik, yang dimulai dari jabatan tertinggi dalam birokrasi. Diharapkan inovasi-inovasi yang lahir dari para pemimpin perubahan ini dapat menjadi pemicu tumbuh dan berkembangnya inovasi-inovasi lainnya di instansi asal peserta.
Tiga puluh lima inovasi yang ditampilkan dalam festival ini adalah:
1.    Reformasi Kompetensi Komisi Kode Etik POLRI dalam Mendukung Transparansi dan Akuntabilitas Publik;
2.    Sinergitas dan Penguatan Lima Pilar Keselamatan Menuju Zero Accident di Provinsi Kaltim;
3.    Penguatan Korps BRIMOB POLRI dalam Rangka Menyongsong Era Milenial yang Promoter;
4.    Transformasi Simplikasi Integrasi Pengelolaan Barang Milik Daerah Pemerintah Provinsi Riau;
5.    Reformasi Kebijakan untuk Meningkatkan Transparansi dan akuntabilitas Pengelolaan Anggaran di Polda Jawa Barat;
6.    Optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak POLRI melalui Intensifikasi dan Ekstensifikasi;
7.    Optimalisasi Tata Kelola Bidang Perekonomian Berbasis Kerakyatan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Orang Asli Papua( OAP) di Provinsi Papua;
8.    Strategi Kolaborasi Percepatan Pengembangan Pariwisata di Daerah Tertinggal;
9.    Optimalisasi Penyidikan TPPU Hasil Tindak Pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika;
10.    Kolaborasi dan Sinergi Penanganan Kejahatan di Bidang Financial Technologies (FINTECH) di Era Industri 4.O;
11.    Pengembangan Kebijakan Sistem Manajemen Logistik dalam Rangka Mewujudkan POLRI yang Promoter;
12.    Optimalisasi Sistem Penilaian Aspek Mental Kepribadian Mahasiswa Melalui E-NIMEN dalam Rangka Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Program Pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian -PTIK
13.    Rancang Bangun Sistem Pengawasan Dana Otonomi Khusus Papua
14.    Aktualisasi Manajemen Risiko pada Tata Kelola Pemerintahan di Era Industri 4.O
15.    Integrated Data (Idata) System Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur
16.    Kebijakan Pelaksanaan PON Menjadi 2 Tahun Sekali di 2 Provinsi untuk Mendukung Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Nasional
17.    Penerapan Sistem Merit di Lingkungan Badan Ekonomi Kreatif
18.    Reformasi Birokrasi Penegakan Kode Etik Profesi POLRI
19.    Membangun Geospasial Statistik Komoditas Jagung untuk Mendukung Ketahanan Pangan
20.    Pembangunan Sistem Peningkatan Kompetensi Jafung Arsiparis melalui Kebijakan Pembentukan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sertifikasi pada Pemda Provinsi
21.    Mengembangkan Manajemen Kinerja di Arsip Nasional Republik Indonesia
22.    Kebijakan Manajemen Tata Kelola Tahanan Tercatat Kronologis (Audit Trail) Atas Keseluruhan Proses Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum
23.    Penguatan Proses Identifikasi Terhadap Unit Kerja Menuju WBK/WBBM melalui Survei Indeks Persepsi Anti Korupsi dan Indeks Kepuasan Masyarakat Guna Mewujudkan Zona Integritas di Kumham
24.    Membangun Sistem Integrasi Penanganann Perkara Tindak Pidana Korupsi Antar Aparat Penegak Hukum Berbasis Teknologi Informasi
25.    Ela Hindai Stunting di Kalimantan Tengah
26.    Integrasi Sistem Transportasi Massal di Provinsi Lampung
27.    Kebijakan Safety Driving& Safety Riding dalam Rangka Mewujudkan Kamseltibcar Lantas pada Masyarakat
28.    Integrasi Layanan Publik Berbasis Digital pada Kementerian Dalam Negeri
29.    Revitalisasi Puslahjiantapers AP dan Non AP BIN untuk Meningkatkan Profesionalisme dalam Mendukung Proses Penjaringan AP dan Non-AP
30.    Fungsionalisasi Program Ekstraksi Data dalam Peningkatan Pengawasan Proses Seleksi Penerimaan Calon Anggota POLRI dalam Rangka POLRI Yang Promoter
31.    Restrukturisasi Tata Kelola Penyelenggaraan Trantibumlinmas yang Menjunjung Humanisme dan Mengedepankan HAM di Seluruh Indonesia
32.    Upaya Strategis Kejaksaan untuk Mengefektifkan Pemberantasan Korupsi Melalui Revisi Pedoman Tuntutan Pidana Perkara Tindak Pidana Korupsi
33.    Kebijakan Kota/ Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba
34.    Optimalisasi Kemitraan BKKBN dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Luar Negeri dibidang Penelitian dan Pengembangan dalam Mensukseskan Program Kependudukan Keluarga Berencana & Pembangunan Keluarga (KKBPK)
35.    Penguatan Sistem Pengawasan Dana Desa Berbasis Kolaboratif