Ikut Pelatihan Revolusi Mental Karena Dinilai Biang Kerok?

“Ada yang nangis saat ditugaskan ikut Pelatihan Revolusi Mental di PKP2A III LAN, karena kami mengira yang ikut Diklat ini adalah para biang kerok saja. Apa mental kami mengalami gangguan? Kalau memang iya, tolong kami di-Diklatkan lagi lebih lama,” ujar Asmawati, salah satu peserta setelah mengikuti Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan VI, saat menyampaikan kesan-kesan selama mengikuti Pelatihan, Jumat (23/2).
Pelatihan Revolusi Mental nyatanya membuka mata para tenaga medis tersebut. “Apalagi gambaran Puskesmas saat ini seperti ruang pojok poliklinik. Terletak di pojok ruangan, bocor dan susah diakses. Makanya kami sangat terhormat bisa mengikuti pelatihan ini,” lanjut Asmawati.

Kesan peserta pasca-pelatihan tersebut membuat haru Kepala PKP2A III LAN saat memberi sambutan pada Pelepasan Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan VI. “Saya terharu ada ditinggalkan peserta seperti ini. Apalagi ada semangat dan upaya untuk melakukan perubahan sekecil apapun di instansi masing-masing”, kata Kepala PKP2A III LAN, Mariman Darto.
Namun Mariman menegaskan agar para peserta terus melanjutnya Rancangan Revolusi Cara Kerja selama satu bulan, dan segera dilaporkan kepada Coach masing-masing. “Kami tunggu aktualisasi yang telah disetujui PimpinanPuskesmas. Laporan dengan media audio visual dan diunggah melalui media sosial, sehingga tidak monoton”, kata Mariman.

PKP2A III LAN menyelenggarakan Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan VI selama lima hari, mulai tanggal 19-23 Februari 2018. Pelatihan tersebut diikuti oleh 25 orang tenaga medis yang berasa dari sejumlah Puskesmas di Lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Kabid Diklat Aparatur saat memberikan laporan kegiatan, menyatakan bahwa seluruh peserta dinyatakan lulus dengan nilai memuaskan.

Last modified on Tuesday, 06 March 2018 00:51