Diklat Revolusi Mental, Menjadikan ASN Sebagai Agen Perubahan

Aceh Besar  – Pelayanan publik yang di berikan negara kepada masyarakat belum maksimal, untuk mengatasi hal tersebut pemerintah menerbitkan kebijakan Gerakan Nasional Revolusi Mental sebagaimana diamanatkan oleh Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental. Melalui Gerakan Nasional ini, diharapkan akan terwujud manusia Indonesia yang baru, yaitu manusia Indonesia yang memiliki cara pandang, cara pikir, dan cara kerja yang berlandaskan integritas, etos kerja dan gotong royong dalam memberikan pelayanan publik.

Dalam Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik ini, ASN akan diarahkan untuk memiliki kompetensi dalam melakukan revolusi cara pandang, cara pikir dan cara kerja dalam memberikan pelayanan. Dengan Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik ini, diharapkan kewajiban negara dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas pada rakyat dapat tercapai.

Kepala PKP2A IV LAN Ir. Faizal Adriansyah, M.Si dalam sambutan mengungkapkan bahwa PKP2A IV LAN  sebagai perwakilan LAN RI di regional Sumatera merupakan mitra Pemerintah Daerah dalam pembaharuan administrasi Negara. Diharapakan pemerintah daerah dan PKP2A IV LAN mampu bersinergi dalam mewujudkan pelayanan public yang semakin baik salah satunya dengan adanya diklat revolusi mental.

“Dengan adanya Diklat Revolusi Mental ini akan bukan hanya melahirkan ASN yang memberikan layanan yang berkualitas namun juga sebagai agen perubahan ASN tersebut di instansinya masing-masing” ujar Faizal Adriansyah. pelatihan revolusi mental angkatan I tahun 2018 diikuti sebanyak 25 perserta yang berasal dari berbagai instansi di antaranya Pemko Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Universitas Teuku Umar Meulaboh, serta Universitas Islam Negeri Ar Raniry. (Jul)

Peserta Diklat Revolusi Mental Angkatan I Tahun 2018

Peserta Diklat Revolusi Mental Angkatan I Tahun 2018

Last modified on Tuesday, 06 March 2018 00:45