WUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045, LAN SIAPKAN SEKOLAH KADER UNTUK ASN

Jakarta - Presiden Joko Widodo telah menargetkan untuk terwujudnya Indonesia Emas pada 2045. Untuk itu, sumber daya manusia hingga sistem birokrasi penunjang roda ekonomi harus mulai ditata. Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan mutu serta daya saing tinggi juga harus sudah mulai dipersiapkan. Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai lembaga yang bertugas melaksanakan pengkajian, pendidikan, dan pelatihan ASN mencoba mendesain program sekolah kader sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan SDM unggul, yang berkompetensi tinggi. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN, Dr. Basseng, M.Ed pada Seminar Nasional Sekolah Kader "Peran Strategis Sekolah Kader Dalam Menyiapkan ASN Unggul Menuju Indonesia Emas 2045", bertempat di Gedung A Lantai 2, Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (11/12).

"Dalam konteks manajemen sumber daya manusia itulah kita mengadakan seminar nasional ini yg difokuskan pada sekolah kader. Kita barangkali sudah mendengar di dalam manajemen dikenal kata bijak bahwa sumber daya yang lainnya hanya bisa menghadirkan kemungkinan-kemungkinan, tetapi hanya sumber daya manusia yg dapat mewujudkan kenyataan," ungkap Basseng.

Basseng menambahkan di periode kedua Presiden Joko Widodo telah menunjukkan pemilihan SDM unggul yang ditempatkan dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju dan lingkaran kepresidenan. "Alhamdulillah pemerintah Jokowi dan Ma'ruf sudah memulai. Kita mengetahui sudah banyak talenta di birokrasi sudah banyak direkrut, Mendikbud adalah talenta yang sudah menunjukkan keberhasilan di dalam bisnis, muda-mudahan talenta-talenta berikutnya bisa masuk di dalam sektor publik, supaya kemudian menjadikan NKRI mewujudkan visi Indonesia emas pada tahun 2045," tutupnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Pengembangan Karakter ASN Pusat Pengembangan Kader ASN Dadan Sidqul Anwar menjelaskan terdapat beberapa konstruksi yang digunakan dalam membuat kurikulum pelajaran sekolah kader. Seperti, ASN harus dididik memiliki integritas yang tinggi. "Diharapkan kemampuan yang tinggi dapat digunakan untuk melayani rakyat," ujar Dadan.

Selain itu, sekolah kader nantinya akan mendidik ASN memiliki manajemen kepimpinan yang baik. Sebagai calon pemimpin dituntut dapat memberikan keputusan cepat dan terukur, meski dalam kondisi tak menentu. Menjadi leader di dalam ketidakpastian, tidak hanya menggunakan rasionalitas tapi irasionalitas," tuturnya.

Sementara itu menurut Direktur Aparatur Negara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Tatang Muttaqin, kurikulum sekolah kader ASN harus mengikuti perkembangan zaman. Utamanya materi tentang digitalisasi. Harus ada penekanan dalam digitalisasi dan materi-materi yang bisa melengkapi skill peserta diklat untuk memperkuat kemampuan tersebut.

“Materi tentang sistem digital sangat penting bagai ASN di era sekarang. Presiden Joko Widodo berulang kali menekankan rencana pemerintah mengalihkan pelayanan publik menjadi digital.” tutup Tatang Muttaqin. (humas)

Last modified on Sunday, 15 December 2019 05:39