LAN INISIASI PEMBENTUKAN ASN CORPU

Jakarta - Di Indonesia istilah Corporate University atau Corpu mulai dikenal sejak akhir tahun 2012 ketika PLN Corporate University resmi didirikan yang kemudian diikuti oleh pendirian Telkom Corporate University pada bulan Desember di tahun yang sama. Keberhasilan kedua korporasi milik negara tersebut dalam mengembangkan Corpu tersebut kemudian diikuti oleh beberapa BUMN lainnya. Selanjutnya, hal yang sama juga mulai diterapkan di Kementerian, yaitu dengan diluncurkannya Kementerian Keuangan Corporate University.

Aparatur Sipil Negara (ASN) Corpu ini merupakan Corpu pada tingkat nasional, sedangkan corpu-corpu yang telah dibentuk pada BUMN-BUMN maupun di Kementerian dan Lembaga merupakan Corpu pada tingkat instansional.

“Kita memerlukan ASN Corpu dalam skala nasional dikarenakan banyak permasalahan-permasalahan lintas sektor yang harus diselesaikan tidak saja dalam koridor kebijakan tetapi juga kompetensi yang mendukung pemecahan masalah tersebut.” Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Seminar Nasional ASN Corporate University “Akselerator Pengembangan Kompetensi ASN untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Nasional”, di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Veteran, Selasa (29/10).

“LAN sebagai instansi yang mendapat mandat dalam pembinaan pengembangan kompetensi di lingkup nasional, memandang penting untuk segera mewujudkan ASN Corpu ini,  mengingat potret ASN saat ini belum sesuai harapan, 34, 57% PNS mempunyai kompetensi dan potensi rendah, kualitas kinerja dan integritas masih rendah, serta tidak sesuainya program bangkom dengan kebutuhan organisasi dan tujuan pembangunan nasional.” tambah Kepala LAN.

Selain itu praktik pengembangan kompetensi ASN yang kovensional dipandang tidak lagi memadai dalam memecahkan masalah lintas sektor yang memerlukan pengambilan keputusan cepat dan efektif. Keberhasilan corpu-corpu di BUMN dan di Kementerian Keuangan telah menginspirasi perlunya akselerator dalam pengembangan kompetensi ASN untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.

“Setidaknya ada 735 instansi/unit yang bergerak dalam pengembangan SDM aparatur masih bekerja secara sektoral hanya untuk pengembangan SDM di instansinya saja. ASN Corporate University ini diharapkan menjadi sebuah ikhtiar besar untuk mengintegrasikan perencanaan pengembangan SDM dengan target perencanaan pembangunan SDM secara nasional” tutup Adi Suryanto.

Sementara itu menurut Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN dan RB, Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl., SE., M.Eng,  ASN Corpu merupakan perwujudan arahan Presiden Joko Widodo untuk pembangunan SDM dan penyederhanaan birokrasi. Sebagai informasi hasil rekrutmen 2014-2019 menghasilkan 13,35% ASN yang bisa dibilang generasi milenial, yang jika dikembangkan secara klasikal maka dibutuhkan 1191 kelas per tahunnya. Oleh karena itu dibutuhkan terobosan atau inovasi dalam cara pembelajarannya.

“Kita bisa menggunakan ASN Corpu yang nanti materinya juga harus sudah tersedia untuk belajar mandiri dan model pembelajaran lainnya sebagai sistem pembelajaran terpadu yang tidak bersandar pada classical method” tambah Iwan.

Pada kesempatan tersebut Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Umum Kementerian Keuangan Heni Kartikawati, S.Psi., MA, M.Psi. Psi juga memberikan sedikit pengalamannya dalam pembentukan Kemenkeu Corpu. Ketika melakukan transformasi pengembangan SDM di Kementerian Keuangan, yang dikedepankan adalah performance management system dan pemahaman akan esensi dari perubahan, alasan perlunya perubahan dan menyadari konsekuensi dari perubahan tersebut.

Sementara itu Vice President Learning Department Strategy and Monitoring PT Mandiri (Persero) Tbk, Rini Yuliastati menjelaskan bahwa awalnya Mandiri Corpu masih merupakan bagian dari departemen Human Capital, masih sangat taktikal dan belum berkorelasi dengan tujuan organisasi. Tapi dengan komitmen para pimpinan, Mandiri mulai mewujudkan apa itu Mandiri Corpu. “Kami mulai bertransformasi dari tactical learning ke integrated learning, bukan hanya mengisi gap, tapi juga mengukur capaian tertentu berdasarkan best practice-nya” tutup Rini. (humas)

(humas)

Last modified on Thursday, 31 October 2019 16:57