Fusce adipiscing viverra auctor. Integer lacinia blandit est, vitae dapibus justo facilisis consectetur. Praesent lacinia, ante sed tempus convallis.accumsan magna, nec sagittis odio augue id velit.

Website URL: http://themewing.com/

Jakarta - Mewujudkan pemerintahan yang agile , birokrasi pemerintahan harus terus melakukan pembelajaran berkelanjutan, pengambilan keputusan yang cepat dan efektif, serta perubahan yang tidak pernah berakhir. Birokrasi pemerintahan juga harus selalu muncul dengan ide-ide baru, pandangan yang segar, melakukan peningkatan secara berkelanjutan, bertindak cepat, beradaptasi dengan fleksibel, dan inovasi kreatif. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, saat memberikan sambutan, sekaligus menutup secara resmi program Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLIII dan PKN Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2019 di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jl. Veteran No. 10 Jakarta Pusat, Kamis (5/12).

“Dengan pembekalan yang diperoleh dari PKN ini, saya berharap sekembalinya saudara-saudara nanti ke instansinya masing-masing dapat mendorong percepatan reformasi pemerintahan kita menjadi pemerintahan yang lebih lincah.” Tambah Menpan RB.

Sementara itu, Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si menyampaikan penghargaan yang tulus, apresiasi, dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi terhadap lancarnya penyelenggaraan PKN tingkat I Angkatan XLIII dan PKN Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2019 ini.

“Kepada para peserta yang sebentar lagi akan menjadi alumni, kami mengucapkan selamat atas keberhasilan Bapak/Ibu mengikuti Pelatihan yang cukup menantang ini, selamat jalan, dan selamat kembali ke tempat tugas masing-masing untuk terus berperan sebagai pemimpin perubahan di instansinya masing-masing.” Tutup Adi Suryanto.

Dalam kesempatan tersebut Menpan RB didampingi Kepala LAN memberikan penghargaan kepada 5 (lima) peserta terbaik dari PKN tingkat I Angkatan XLIII dan PKN Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2019.

Kelima peserta terbaik PKN tingkat I angkatan XLIII dengan kualifikasi sangat memuaskan, yaitu:
1. Dr. Ing. Michael Andreas Purwoadi (BPPT)
2. Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH (Kemendagri)
3. Anwar Sanusi, Ph.D. (Kemendes PDTT)
4. Mukti Juharsa, S.I.K. (POLRI)
5. Dr. H. Suriansyah, M.AP (Pemprov Kalimantan Utara)

Sedangkan kelima peserta terbaik PKN tingkat II Angkatan X dengan kualifikasi sangat memuaskan, yaitu:
1. Dr. Ferry Irawan, SE., M.SE (Kemenko Perekonomian)
2. Kelik Budiana, S.Si., M.Kom (BPPT)
3. Febrinaldi Tridarmawan, S.STP., M.Si (Pemkab Kampar)
4. Bambang Surya Putra, M.Kom (BNPB)
5. Mediheryanto, SH (BKKBN)

Jakarta - Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyelenggarakan Festival Inovasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I di Graha Makarti Bakti Nagari, Kampus PPLPN LAN Pejompongan, Jakarta, Rabu (4/12). Kegiatan ini merupakan agenda akhir dari serangkaian program Pelatihan Kepemimpinan Nasional bagi pimpinan tertinggi dalam birokrasi. Dalam Festival Inovasi kali ini dipamerkan 34 karya inovasi yang digagas oleh para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLIII, baik yang berasal dari instansi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Inovasi yang ditampilkan dalam ajang ini merupakan proyek perubahan yang menjadi output peserta selama pembelajaran dalam PKN Tingkat I.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala LAN yang diwakili oleh Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi, Dr. Basseng, M.Ed menyatakan bahwa Festival Inovasi merupakan bukti bahwa birokrasi saat ini telah siap untuk segera memperbaiki pelayanan publiknya, yang dimulai dari jabatan tertinggi dalam birokrasi. Diharapkan inovasi-inovasi yang lahir dari para pemimpin perubahan ini dapat menjadi pemicu tumbuh dan berkembangnya inovasi-inovasi lainnya di instansi asal peserta.

“Pameran ini di samping sebagai ajang promosi inovasi, merupakan pembelajaran. Karena para (calon) pemangku jabatan pimpinan tinggi madya diharapkan tidak hanya mampu melahirkan inovasi namun sekaligus dituntut untuk mampu memimpin implementasi inovasi tersebut.” tambah Basseng.

Ke-34 inovasi dari berbagai instansi yang dipamerkan pada Festival Inovasi kali ini adalah:
1. Revitalisasi Akademi Desa 4.0 Sebagai Media Pembelajaran Perdesaan yang Inklusif untuk Mempercepat Literasi Masyarakat Desa
2. Mewujudkan Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati Sebagai Bandar Udara Aerotropolis Berkelas Dunia
3. Strategi Pola Rekrutmen POLRI Melalui Pemanfaatan Aplikasi e-RIMPOL Sebagai Perwujudan Akuntabilitas dan Transparansi POLRI
4. One e-government Knowledge for All
5. Penguatan e-Ekosistem Inovasi teknologi Sumberdaya Hayati Mendukung Transformasi Bioekonomi menjadi Kekuatan Ekonomi Hijau
6. Membangun Kualitas Data Statistik Sektoral dalam Mendukung Kebijakan Satu Data Indonesia
7. Membangun Kepemimpinan Kolaboratif Dalam Penyelenggaraan Controlled Delivery Guna Mendukung Pemberantasan Narkoba
8. Kebijakan e-Tourism Pendekatan Inovatif "Sistem Informasi Pariwisata Terpadu (SIRARU) Sebagai Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan ke Jawa Barat
9. Aktualisasi Manajemen Pengelolaan Barang Milik Negara Pada Tata Kelola Aset di Era Industri 4.0
10. Pengelolaan Kinerja di Lingkungam Basarnas Menuju Pegawai yang Profesional dan Bersinergi
11. Peningkatan Kinerja Pengawasan Melalui Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan BUMN
12. Peningkatan Pengendian Penerimaan Pajak Negara Atas Belanja Pemerintah Daerah
13. Dukcapil Digital Perubahan Paradigma Pelayanan dari Manual Menuju Digital untuk Mewujudkan Pelayanan Publik yang Cepat dan Akurat
14. Membangun Kepemimpinan Kolaboratif POLRI Dalam Manajemen Bencana
15. Membangun Efektifitas Organisasi Polri melalui pembentukan Biro Monev Srena Polri
16. Sinergitas Membangun Sistem Peringatan Dini Guna Mencegah Terjadinya Konflik Sosial Dalam Rangka Harkamtibmas
17. Kebijakan Pengusutan Satgas Pangan Dalam Tata Kelola Pangan Guna Stabilitas Harga di Wilayah Provinsi Sulawesi Barat
18. Kebijakan Izin Usaha Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Guna Mewujudkan Polri yang Promoter
19. Pengelolaan Keamanan Wilayah NKRI Melalui Pengembangan Kolaborasi Polri
20. Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Dengan Pendekatan Analisis Data Assessment dan Penerapan Metode Post Assessment Development
21. Percepatan Tindak Lanjut Hasil Audit Internal POLRI melalui E-PENGAWASAN
22. Meningkatkan Kualitas Pendataan dan Pelaporan, Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) dengan E-Turjawali
23. Optimalisasi Pencegahan dan Penindakan Illegal Mining Guna Mewujudkan Kemakmuran Masyarakat Indonesia
24. Membangun Sistem PCU - POLRI Coorporate University untuk Meningkatkan Kompetensi Anggota Polri
25. Revitalisasi Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Terintegrasi Berbasis Teknologi Informasi Untuk Mendukung Tupoksi Polda Lampung Dalam Meningkatkan Pelayanan Terhadap Masyarakat
26. Intensifikasi Fungsi Intelijen antar Wilayah Guna Efektifitas Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas
27. Penguatan Manajemen Investigasi Bagi Investigator di Komisi Yudisial RI Untuk Menghasilkan Hakim yang Bermartabat, Berintegritas, dan Beretika
28. Kebijakan Pengelolaan Platform Riset Untuk Penguatan Riset dan Inovasi Nasional
29. Akselerasi dan Sinergi Kebijakan Mendukung Manajemen Talenta SDM IPTEK
30. Sistem Perencanaan dan Penganggaran yang Terintegrasi Antara Pemerintah Daerah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten Kota Se Jawa Barat dan Pemerintah Pusat (SIRAMPAK SEKAR)
31. Strategi Kaltara Sehat melalui Optimalisasi Layanan Dokter Terbang di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan Provinsi Kalimantan Utara
32. Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Konservasi di Papua Barat
33. Strategi Optimalisasi Instruksi Gubernur Sumatera Selatan Tentang One Agency One Innovation di Prov. Sumatera Selatan
34. Peningkatan Kinerja PPATK Melalui Transformasi Organisasi yang Adaptif dan Responsif Dalam Era Digital.

Jakarta - Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) LAN Jakarta menggelar Wisuda ke-56 Program Sarjana, Wisuda ke-1 Program Sarjana Terapan, Wisuda ke-17 Program Magister dan Wisuda ke-2 Program Magister Terapan, bertempat di Graha Makarti Bhakti Nagari, Kampus PPLPN LAN, Pejompongan, Jakarta. Wisuda ini diikuti 489 lulusan yang terdiri dari 181 wisudawan program magister dan 308 wisudawan program sarjana. Ke-489 wisudawan tersebut akan menambah jumlah lulusan STIA LAN Jakarta yang berjumlah lebih dari 22 ribu alumni.
Ketua STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, S.Sos., MA berharap para wisudawan dapat terus meningkatkan kapasitasnya. Nurliah mengingatkan bahwa masih ada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yang dapat dicapai oleh para alumni.
Sementara itu, Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk menjadi lulusan STIA LAN Jakarta bukan hal yang mudah. Standar mutu seluruh tahapan pendidikan mulai dari input, proses, dan output yang diterapkan cukup tinggi, sehingga dapat dipastikan bahwa yang berhasil lulus adalah para pelayan publik yang memiliki kemampuan akademik, kompetensi teknikal, manajerial dan sosial kultural yang baik.
”Saya berharap dengan gelar yang diberikan, secara otomatis melekat tanggungjawab untuk menjadi pelayan masyarakat, penyelenggara pemerintahan, yang agile, yang adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis.” ujarnya.
Kepala LAN juga menyampaikan bahwa pada tahun 2020, STIA LAN secara resmi akan berubah menjadi Politeknik STIA LAN. Perubahan tersebut menjadi lonceng penanda perubahan STIA LAN secara penuh dalam menyelenggarakan pendidikan terapan.
Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada lulusan dengan prestasi akademik terbaik pada program sarjana, program sarjana terapan, program magister dan juga program magister terapan. Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua DWP LAN, Ibu Titin Adi Suryanto dan juga Sekretaris Utama LAN, Dra. Reni Suzana, MPPM. (humas)

Jakarta - Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Adi Suryanto, M.Si, melepas secara resmi 233 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah selesai mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan III Gelombang IV Angkatan X, XI, XII, XIII, XIV dan XV, di Graha Makarti Bhakti Nagari, PPLPN LAN Pejompongan, Jakarta, Rabu (27/11).
"Kalian sebagai generasi penerus bangsa haruslah menjadi yang terbaik. Teruslah menelurkan gagasan, menerapkan kreativitas dan mengembangkan inovasi demi tercapainya tujuan negara ini," ujarnya.

Latsar CPNS Golongan II dan III Gelombang IV ini merupakan gelombang terakhir dari rangkaian penyelenggaraan piloting Latsar Pola Baru yang bertujuan untuk menanamkan karakter dan nilai dasar ASN serta untuk mempersiapkan kader terbaik yang akan menjadi bagian dari talent pool.

Sebanyak 18 peserta berhasil meraih predikat terbaik pada Latsar CPNS Golongan II dan III Gelombang IV ini, yaitu:
Angkatan X:
Peringkat 1: Agnes Puspita Dewi, A.Md.A.P.S - BAWASLU
Peringkat 2: Dani Muliawan, A.Md - BATAN
Peringkat 3: Hendra Saputra,A.Md - BAWASLU

Angkatan XI:
Peringkat 1: Gifari Widi Kurniawan, A.Md.Ak. - BAWASLU
Peringkat 2: Kevin Bonauli, A.Md.Ak. - BAWASLU
Peringkat 3: Robi Sulaiman, A.Md - BATAN

Angkatan XII:
Peringkat 1: Nawang Mega Arum, S.IP. - BAWASLU
Peringkat 2: Satrio Suryo Suseno, S.IP. - BPIP
Peringkat 3: Ayu Vitrian Ningsi, S.H - BAWASLU

Angkatan XIII:
Peringkat 1: Muhammad Fahrudin, S.I.P - BAWASLU
Peringkat 2: Nur Laila Azizah, S.H - BAWASLU
Peringkat 3: Nur Laelatul Rohmah, S.Kom - Kementerian Koperasi & UKM

Angkatan XIV:
Peringkat 1: Hani Fati Zatalini, B.Mktg (Hons) - Kementerian Koperasi & UKM
Peringkat 2: Reza Wisnu Aji, S. Psi - BPIP
Peringkat 3: Neiky Amanati Fitria, SE - Kementerian Koperasi & UKM

Angkatan XV:
Peringkat 1: Desy Arisandi, S.E - Kementerian Koperasi & UKM
Peringkat 2: Yulisa Fringka, S.Sos. - BPIP
Peringkat 3: Siti Sumiarti, S.E - BPIP
.
#LANuntuknegeri

Jakarta - Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk "Pemetaan Kebutuhan Jabatan Fungsional dalam Rangka Percepatan Pembangunan", bertempat di Gedung A Lantai 2, Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (19/11). Seminar ini dilaksanakan untuk merespon dan menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk menyederhanakan birokrasi serta sebagai upaya LAN untuk mencari terobosan dalam membangun jabatan fungsional yang dapat mempercepat pembangunan.

Seminar dibuka secara langsung oleh Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si, yang juga bertindak sebagai keynote speaker. Dalam sambutannya, Adi menyampaikan bahwa sebagai konsekuensi logis adanya arahan Presiden untuk menyederhanakan birokrasi,  diharapkan akan terjadi perubahan mendasar dalam struktur birokrasi. Perubahan ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan birokrasi yang lincah (agile bureaucracy). Birokrasi yang lincah ini sangat dibutuhkan karena lingkungan geostrategis global yang bergerak sangat dinamis serta keterlibatan Indonesia dalam global village membawa dampak perubahan yang sangat cepat. Perubahan-perubahan tersebut memunculkan ketidakpastian dan kompleksitas tinggi serta resiko-resiko baru yang tidak terfikir sebelumnya. Perlu upaya yang sungguh-sungguh dalam memacu laju reformasi birokrasi, melalui transformasi mindset dari zona nyaman ke zona kompetisi, mendorong terciptanya dynamic governance dalam mengimbangi perubahan yang semakin cepat, dan persaingan global yang semakin tajam pada berbagai sendi kehidupan, sebagai konsekuensi runtuhnya konsepsi ruang dan waktu antara berbagai negara bangsa di dunia.

Menurut Adi, kesuksesan penyederhanaan birokrasi menjadi key leverage kesuksesan program-program pembangunan yang dijalankan. Penyederhanaan birokrasi tidak hanya memotong birokrasi, tetapi lebih lanjut diarahkan untuk menempatkan aparatur yang menghargai keahlian dan menghargai kompetensi. Bukan hanya itu saja, esensi dari penyederhanaan birokrasi adalah untuk mewujudkan birokrasi yang lincah (agile), yang ditunjang oleh pilar-pilar strategis yang meliputi manajemen ASN, kelembagaan dan proses bisnis organisasi, akuntabilitas kinerja dan pengawasan, pelayanan publik, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai penunjang sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE -atau lebih umum pakai istilah e- government).

Terkait hal tersebut, lebih lanjut Adi juga menyampaikan bahwa jabatan fungsional merupakan core function atau backbone dalam organisasi yang sangat menentukan keberhasilan organisasi. Namun demikian, seringkali jabatan fungsional dianggap sebagai kasta kedua dalam birokrasi, yang berakibat kurangnya minat ASN untuk duduk dalam jabatan fungsional. Dari sisi distribusi ASN secara nasional, jumlah pejabat fungsional di luar tenaga pendidik dan tenaga kesehatan hanya mencapai 7,4%. Jumlah ini bahkan masih lebih rendah dari presentase Jabatan Struktural yang mencapai 10,6% dari total ASN. Padahal, ada sekitar 193 jenis jabatan fungsional yang terbagi dalam 25 rumpun jabatan yang dibina oleh 45 Kementerian/Lembaga.

Ketidaktertarikan ASN berkarir dalam jabatan fungsional secara detail diungkap dalam hasil kajian LAN tentang Grand Design jabatan fungsional pada tahun 2018, antara lain karena kesulitan dalam mengumpulkan angka kredit, lemahnya pembinaan dari organisasi dan rendahnya tunjangan jabatan/tunjangan kinerja dibandingkan dengan struktural. Selain permasalahan tersebut,  kondisi jabatan fungsional saat ini juga dipengaruhi oleh kurang jelasnya standar pembentukan jabatan fungsional, tata hubungan antara jabatan fungsional dengan jabatan lain, desain organisasi yang belum sepenuhnya mengacu pada kebutuhan, belum terdapatnya formula formasi yang tepat, sebaran yang belum selaras dengan kebutuhan (jumlah, kualitas, strata), serta pola seleksi dan penempatannya yang seringkali bernuansa politis.

Oleh karenanya, diperlukan pemetaan jabatan fungsional yang dibutuhkan dalam waktu tertentu, karena arah pembangunan nasional yang multi dan lintas sektoral, maka kebutuhan jabatan fungsional menjadi sangat bervariasi. Ketika diterjemahkan pada level daerah, kebutuhan jabatan fungsional menjadi lebih bervariasi mengingat potensi dan karakteristik daerah yang beragam. Dalam perspektif perencanaan yang terintegrasi, kebutuhan jabatan fungsional di daerah seharusnya juga terkoneksi dengan sasaran pembangunan nasional. Selain itu, perlu segera menyelesaikan permasalahan kronis dalam jabatan fungsional seperti membuat standar penyetaraan antara jabatan fungsional dan struktural yang lebih menarik, sehingga dapat memberikan kelas jabatan dan harga jabatan yang lebih adil, mendorong budaya kerja fungsional bukan administratif, dan mendorong budaya kerja outcome oriented bukan hanya mengutamakan proses. Proses harus dapat mengikuti kebutuhan dalam mencapai outcome.

Selain Kepala LAN, pada seminar yang diikuti oleh 300 peserta ini hadir sebagai narasumber adalah Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A. (Deputi Bidang Kajian dan Inovasi Manajemen Aparatur Sipil Negara, LAN) yang menyampaikan materi Pemetaan Kebutuhan JF Dalam Rangka Percepatan Pembangunan;  R.Kurleni Ukar, M.Sc. (Sekretaris Kementerian Parekraf) dengan materi Permasalahan dan Kontribusi Sektor Parekraf sebagai Sektor Unggulan Pembangunan Nasional; Drs. Akmal Malik, M.Si. (Dirjen Otonomi Daerah, Kemendagri) dengan materi Strategi Implementasi Perampingan Struktur dan Pengkaryaan JF di Pemerintah Daerah; Sri Hadiati WK, SH, MBA (Komisioner KASN)  dengan materi Membangun Profesionalitas ASN Melalui Jabatan Fungsional; Dr. Soni Sumarsono, MDM (Pakar Otonomi Daerah) dengan materi Pengarusutamaan Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintahan Daerah; Robert Na Endi Jaweng (Direktur Eksekutif KPPOD) dengan materi Model dan Pola Kerja Ideal Organisasi Birokrasi; dan dimoderatori oleh Nisa Agistiani R (Peneliti Ahli Pertama LAN).

Adapun materi Seminar Nasional ini secara lengkap dapat diunduh melalui: bit.ly/seminarjabatanfungsional