Berita

Jakarta – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lembaga Administrasi Negara berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2015 dari SGS Indonesia System Certification di bidang pelayanan akademis kemahasiswaan untuk jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2).

Sertifikat ISO 9001 : 2015 ini diserahkan langsung oleh Commercial Manager CBA Indonesia Warasputi Putri Andrianti kepada Ketua STIA LAN Jakarta Makhdum Priyatno.

Sekretaris Utama LAN Sri Hadiati WK dalam sambutannya mengatakan, sertifikat ISO yang diraih STIA LAN Jakarta ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Selain menjadi penanda kualitas pelayanan yang diberikan, sertifikat ISO ini harus menjadi pendorong bagi satker-satker lain di lingkungan LAN untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan.

“Pencapaian ini harus diikuti oleh satker-satker lain di LAN,” jelasnya saat Acara Penyerahan Sertifikat ISO 9001 : 2015 kepada STIA LAN Jakarta, di kampus STIA LAN Jakarta, Pejompongan, Rabu (16/8).

Sri Hadiati menambahkan, diraihnya sertifikasi ISO ini bukanlah “garis finish” dalam memberikan pelayanan, melainkan harus menjadi pemantik bagi seluruh civitas STIA LAN Jakarta untuk terus berkomitmen terhadap pelayanan mutu yang diberikan sesuai dengan standar internasional.

“Sertifikasi ini seharusnya menjadi titik tolak perjalanan STIA LAN Jakarta untuk menciptakan alumni SDM aparatur berkelas dunia. Saya yakin, dengan pelayanan yang baik lambat laun akan menghasilkan kinerja yang baik pula,” ujarnya.

Ketua STIA LAN Jakarta, Dr. Makhdum Priyatno, MA dalam kesempatan yang sama mengatakan, diperolehnya sertifikasi ISO ini telah melalui proses panjang dan pengawasan penuh dari SGS dari waktu ke waktu. Hal ini dilakukan untuk menjaga komitmen mutu yang diberikan STIA dalam bidang pelayanan.

“SGS sebagai mitra kerja akan terus mengawasi dan mengevaluasi pelayanan yang diberikan oleh STIA guna memastikan standar ini tetap berjalan secara efektif” paparnya

Commercial Manager CBA Indonesia Warasputi Putri Andrianti mengatakan, pemberian sertifikat ISO SGS ini menempatkan STIA LAN kini sejajar dengan universitas bertaraf internasional di dunia.

“Sertifikat ISO SGS ini merupakan sertifikasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Inggis dan diakui secara internasional. Jadi STIA LAN kini sejajar dengan universitas bertaraf internasional,” pungkasnya. (choky/budiprayitno)

Jakarta - Memperkuat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki karakter melayani masyarakat merupakan tantangan bagi Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang kini menginjak usia ke – 60 tahun. Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah mewujudkan birokrasi berkelas dunia di seluruh sektor pemerintahan.

“ASN berkelas dunia merupakan suatu keniscayaan, terutama ditengah era persaingan global yang semakin ketat. LAN memiliki cara tersendiri dalam membentuk aparatur yang tidak hanya memiliki kompetensi mumpuni melainkan juga memiliki mental pelayanan prima terhadap masyarakat,” jelas Kepala LAN DR. Adi Suryanto, M.Si saat memberikan sambutan dalam Puncak Peringatan Acara HUT ke – 60 Lembaga Administrasi Negara, di Gedung A Kantor LAN, Jl. Veteran No. 10 Jakarta, Senin (7/8).

Kepala LAN mengungkapkan, pada awalnya LAN dibentuk karena kesadaran pemerintah dalam mengembangkan kompetensi PNS saat itu yang dirasa masih kurang memadai. Apalagi, pasca kemerdekaan kualitas PNS di Indonesia yang merupakan tinggalan penjajah kolonial masih jauh dari standar yang diharapkan.

Dalam peringatan puncak HUT LAN yang mengusung tema “Berkarya dan Berbakti untuk Negeri”, Kepala LAN mengajak seluruh pegawai di jajaran LAN untuk bahu membahu membangun komitmen dan kerja keras untuk senantiasa melakukan terobosan-terobosan, pemikiran-pemikiran serta inovasi baru untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah birokrasi yang saat ini nampaknya semakin rumit.

“Permasalahannya bukan karena rendahnya kemampuan teknis melainkan lebih kepada karakter PNS-nya. Disinilah yang kadang sering terlupakan,” tegasnya.

Kepala LAN mengatakan, dibawah kepemimpinannya, LAN saat ini terus berupaya memperbaiki kualitas aparatur melalui penyelenggaraan diklat untuk memenuhi kompetensi yang wajib dimiliki PNS. Kompetensi itu antara lain, kompetensi manajerial yang ditopang dengan diklat kepemimpinan,  kompetensi teknis dengan diklat teknis dan fungsional,  serta kompetensi sosiokultural dalam dimensi, kemampuan sosial, karakter-karakter dasar, dan hubungan sosial serta pemahaman norma di masyarakat.

Sementara itu, Menteri PAN dan RB Asman Abnur mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan LAN di usianya yang ke-60 tahun. Dia mengatakan, saat ini telah banyak perubahan yang dilakukan LAN untuk menciptakan ASN yang kompeten dan profesional.

“LAN memiliki peran penting dalam mendorong inovasi birokrasi. Upaya itu harus terus menerus dilakukan untuk mewujudkan pemerintahan berkelas dunia,” kata dia. 

Oleh karena itu Asman mendorong agar LAN terus berupaya mencari cara agar seluruh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah memiliki kemauan yang tinggi untuk berinovasi.

Dalam kesempatan yang sama Menteri ESDM, Ignasius Djonan yang juga menerima penghargaan Widyaiswara Ahli Utama  berharap agar LAN terus memperbaiki kurikulum kediklatannya sesuai dengan isu dan dinamika yang berkembang. Dengan demikian, hal ini akan meningkatkan minat ASN untuk mengikuti diklat.

Puncak Perayaan HUT LAN ke-60 ini juga dihadiri  mantan Kepala LAN terdahulu, di antaranya Awaludin Djamin, JB Kristiadi, Mustopadidjaja, Soenarno, serta Asmawi Rewansyah. Rangkaian kegiatan HUT LAN yang telah berlangsung selama seminggu  ini  sebelumnya diisi dengan kegiatan pemberian Bingkisan Dharma Wanita ke Pensiun,  Jalan sehat keluarga,  pembagian doorprize serta pengobatan gratis dan aksi donor darah. Melalui kegiatan ini kepala LAN mengharapkan agar LAN senantiasa dapat terus berkiprah dan akan terus berkarya, berbakti untuk negeri sesuai dengan slogannya yaitu Makarti Bhakti Nagari. (choky/budiprayitno)

 

Banjarmasin – Inovasi pelayanan publik mampu mendorong daya saing daerah di tengah tingginya tingkat kompetisi antar wilayah. Hal ini sekaligus menjadi indikator keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan efektifitas pemerintahan.

“Inovasi menjadi salah satu indikator penting untuk meningkatkan daya saing daerah. Karena mampu mendorong peningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Jambore Inovasi Kalimantan 2017, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (4/8).

Acara ini pun dihadiri seluruh jajaran pemerintahan Kalimantan Selatan seperti Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalsel, Nispuani.

Menurut dia, pemerintah daerah saat ini tidak hanya dituntut untuk mengembangkan kemajuan wilayahnya saja. Namun juga harus mampu mendorong munculnya berbagai inovasi sektor publik yang dirasa berguna bagi masyarakat.

“Pemerintah Daerah tidak hanya dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat saja, tetapi juga harus mampu menemukan terobosan-terobosan baru dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik,” jelasnya.

Menurut Kepala LAN, peran Kepala Daerah sangat penting dalam menginisiasi munculnya inovasi-inovasi yang dilakukan di lingkungan pemerintahan. Dia menyebut saat ini telah banyak Kepala Daerah yang membawa perubahan dengan memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk kemajuan wilayahnya.

“Komitmen pemimpin daerah sangat diperlukan untuk membawa perubahan. Apalagi saat ini pemerintah tengah menargetkan Indonesia bisa berada di posisi 40 besar dalam peringkat EoDB (Ease of Doing Business) atau kemudahan berusaha. Disinilah urgensi kepemimpinan inovatif dan transformatif diperlukan,” kata dia.

Selain faktor pemimpin, menurut Kepala LAN, hal yang tak kalah penting adalah kualitas aparatur sipil negara. Dia menuturkan, pemerintah saat ini tengah fokus melakukan perbaikan terhadap kualitas aparatur sipil negara. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN dan PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN.

Dalam kesempatan itu, Kepala LAN mengapresiasi kegiatan Jambore Inovasi Kalimantan (JIK) yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Selain sebagai bukti kehadiran pemerintah, kegiatan ini juga merupakan ikhtiar para ASN se – Kalimantan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayahnya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan, pihaknya saat ini tengah fokus pada peningkatan kualitas ASN. Dia menyebut, sejumlah aspek yang saat ini tengah dibenahi antara lain perbaikan kompetensi ASN dengan menempatkan ASN pada posisi yang sesuai dengan keahliannya, perbaikan organisasi serta penerapan e-government.

Menurut dia, langkah perubahan yang dilakukan itu telah menunjukkan hasil yang signifikan. Bahkan, dari hasil survei terhadap kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik terlihat hasil yang cukup menggembirakan.

“Kualitas pelayanan publik dan inovasi yang dilakukan oleh ASN kita semakin baik. Bak jamur di musim hujan, inovasi pelayanan publik kian meningkat. Pada tahun 2017 saja tercatat 3.054 unit pelayanan yang mendaftarkan diri untuk ikut dalam kompetisi inovasi pelayanan publik,” ungkapnya.

 Asman berharap, Jambore Inovasi yang kini dilaksanakan di Kalimantan dapat juga dilakukan di wilayah - wilayah lain di seluruh Indonesia. (budiprayitno/choky)

 

 

Banjarmansin – Kepala Daerah memegang peran penting dalam mendorong kreatifitas dan inovasi daerah. Kepala daerah harus keluar dari zona nyaman dan mendorong inovasi agar mampu menumbuhkan daya saing daerahnya.

“Pemimpin daerah harus memiliki leadership yang dinamis sehingga tidak hanya mampu memotivasi tetapi juga berani mengambil resiko terhadap segala kemungkinan yang terjadi atas keputusannya itu,” jelas Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Adi Suryanto, M. Si pada acara Talkshow Inovasi bertema “Meningkatkan Daya Saing Daerah dengan Inovasi" di kantor BPSDM Propinsi Kalimantan Selatan, Banjar Baru, Jumat (4/8).

Menurut Kepala LAN, peran penting pemimpin dalam mendorong keberhasilan wilayah dapat dilihat dari sejumlah inovasi yang dilakukan sejumlah daerah. Pemimpin yang inklusif terbukti mampu menumbuhkan kreatifitas dan inovasi pembangunan yang berorientasi pada pelayanan publik.

“Banyak keberhasilan yang ditunjukan kepala daerah yang inovatif, khususnya dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala LAN juga menyinggung inovasi daerah yang diciptakan para alumni diklat kepemimpinan yang masih belum berjalan optimal. Dia mengingatkan agar para kepala daerah terus mengevaluasi setiap gagasan inovasi yang telah diciptakan agar bermanfaat.

Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Kementerian Dalam Negeri,  Gunawan mengatakan, otonomi daerah yang digagas pemerintah pada dasarnya memang memberikan ruang kreativitas dan inovasi kepala daerah.

“Kalau daerah-daerah bisa kreatif dan didukung anggaran kuat serta kepala daerah yang inovatif, maka itu akan melahirkan daerah-daerah yang lebih maju,” jelasnya.

Gunawan menambahkan, sebagai regulator, Kemendagri mendukung jika ada Lembaga Pemerintah atau Non Pemerintah untuk menyelenggarakan kompetisi antardaerah untuk memajukan pembangunan di daerah otonom. Hal ini akan membuat kepala daerah berlomba-lomba untuk meningkatkan daya saing inovasi di daerahnya. 

“Jika kepala daerah memiliki jiwa leadership yang baik dan didukung dengan kualitas sdm aparatur yang mumpuni,  maka peningkatan pelayan publik dapat meningkat dan ujungnya daya saing daerah akan mengikuti,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Palangkaraya, Riban Satia mengutarakan pengalamannya dalam melakukan inovasi di daerahnya. Dia mengatakan, dirinya terus mendorong peningkatan kapasitas ASN guna mendorong daya saing daerah tidak hanya secara regional tetapi nasional. (choky/budiprayitno)

 

Banjarmasin – Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto meminta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di seluruh instansi pemerintah untuk menyusun program pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang strategis.  Pasalnya, UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN telah meletakan dasar yang kuat bagi perwujudan birokrasi berkelas dunia.

“Dibutuhkan perubahan paradigma dalam pengelolaan pegawai ASN. Jika perspektif lama memandang pegawai hanya sebagai faktor produksi semata, saat ini pegawai harus dipandang sebagai aset organisasi. Dengan demikian, pengembangan ASN merupakan modal untuk peningkatan organisasi,” kata dia dalam acara Forum Komunikasi BPSDM dan BKD Se-Kalimantan, di BPSDM Propinsi Kalimantan Selatan,  Banjarbaru, Kamis (3/8). Forum Komunikasi ini sekaligus menjadi satu rangkaian dengan kegiatan Jambore Inovasi Kalimantan 2017.

Kepala LAN mengungkapkan, selain UU ASN telah meletakan pondasi dasar bagi pengembangan ASN, terbitnya PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN juga mengatur tentang bagaimana pengelolaan ASN yang profesional.

“Sejumlah perubahan itu menuntut transformasi menyeluruh terhadap tata kelola ASN di Indonesia. Karena mulai dari sistem rekrutmen, pengangkatan dalam jabatan, pendidikan dan pelatihan hingga pensiun sudah diatur secara jelas dalam kedua peraturan tersebut,” kata dia.

Dalam aspek pengembangan ASN, Kepala LAN mengatakan, sesuai dengan UU ASN disebutkan bahwa setiap ASN berhak untuk memperoleh pengembangan kompetensi sebanyak 80 jam pelajaran dalam setahun.

“Sehingga jelas jika pengembangan kompetensi ASN yang bertumpu pada tiga aspek, seperti kualifikasi, kompetensi dan kinerja merupakan hak ASN. Hal yang tak kalah penting terkait pengembangan ASN adalah untuk menempatkan ASN kita sejajar dengan ASN negara lain yang lebih maju,” ujarnya.

Menurut Kepala LAN, disinilah peran strategis BPSDM sebagai instansi yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan ASN. BPSDM juga perlu memiliki database standar kompetensi pegawai di lingkupnya agar mengetahui kebutuhan pengembangan ASN.

“Kedepan program-program BPSDM harus sinkron dengan amanat yang terdapat dalam UU ASN dan PP manajemen ASN. Sehingga program-program strategis dan inovatif yang dirancang mendapatkan perhatian khusus para pengambil kebijakan di Pusat maupun di Daerah,” jelasnya. (choky/budiprayitno)